CIANJUR – Sudaryo, warga Kecamatan Sindangbarang, diduga mendapat kekerasan saat dirawat di Yayasan Keswa Ranum. Kondisi itu diketahui dari gelagat korban yang tak biasanya.
Berdasarkan informasi, Sudaryo mengalami stroke. Pihak keluarga pun membawanya ke yayasan tersebut untuk diobati.
AY, kerabat Sudaryo, menjelaskan awalnya keluarga menitipkan warga Sindangbarang itu kepada pihak Yayasan Keswa Ranum sekitar sepekan lalu.
“Seminggu lalu pihak keluarga menitipkan ke yayasan itu dengan biaya Rp3 juta per bulan,” kata AY, Rabu, 10 September 2025.
Saat dalam penanganan, pihak yayasan beberapa kali melaporkan kondisi Sudaryo dengan merekam video. Rekaman itu kemudian dikirimkan ke keluarga.
Namun, pihak keluarga melihat gelagat aneh Sudaryo yang mengisyaratkan kondisinya sedang tidak sehat.
Takut terjadi hal yang tidak diinginkan, keluarga berinisiatif menjemput Sudaryo dan langsung membawanya ke Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung.
“Dadanya terasa sakit. Dia menunduk terus karena belakang lehernya sakit. Enggak bisa diangkat,” ujarnya.
Pihak keluarga pun berang dengan yang dialami Sudaryo sehingga mempertanyakan kepada pihak yayasan. Hasilnya didapati keterangan bahwa Sudaryo diduga dianiaya pasien yang mengalami ODGJ.
“Berdasarkan keterangan yayasan tersebut, paman saya ini dianiaya pasien yang mengalami ODGJ. Berarti itu kelalaian para petugasnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Pimpinan Yayasan Keswa Ranum, Ai, membantah adanya dugaan penganiayaan yang dialami Sudaryo. Menurut dia, Sudaryo mengalami beberapa keluhan medis yang tidak ada kaitannya dengan penganiyaan.
“Tidak ada kekerasan. Itu praduga saja. Kami yang menjaganya. Itu semalam sudah diperiksa sama dokter katanya kaku di leher karena punya kolesterol tinggi,” pungkasnya. (bay)

































































