CIANJUR– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur mewaspadai cuaca ekstrem pasca BMKG Jawa Barat menetapkan wilayah Cianjur dalam status Siaga Hujan Lebat-Sangat Lebat pada 13-15 Januari 2026.
Sekretaris BPBD Cianjur Asep Sudrajat meminta masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu bencana.
“Kami mengimbau masyarakat Kabupaten Cianjur lebih berhati-hati dalam beraktivitas, khususnya dalam tiga hari ke depan ini. Informasi dari BMKG adanya potensi hujan lebat hingga sangat lebat,” kata Asep 14 Januari 2026.
Asep menambahkan, intensitas hujan tinggi berpotensi menimbulkan berbagai bencana, terutama longsor dan pohon tumbang di sejumlah wilayah rawan, terutama Cianjur merupakan wilayah rawan.
“Wilayah rawan bencana itu mulai dari Cibeber sampai Sindangbarang. Kemudian dari arah Cidaun, Naringgul yang tersambung ke wilayah Ciwidey. Selain itu, wilayah Kadupandak juga rawan longsor,” paparnya.
Untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem tersebut, BPBD Cianjur telah melakukan sejumlah langkah antisipasi, salah satunya dengan memperkuat koordinasi bersama relawan kebencanaan di seluruh kecamatan.
“Relawan diminta untuk menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar lebih waspada, terutama yang beraktivitas di kebun, lereng, dan perbukitan,” pungkasnya. (bay)

































































