CIANJUR – DPRD Kabupaten Cianjur mengapresiasi langkah pemerintah daerah setempat yang bergerak cepat memutakhirkan data jenjang pendidikan masyarakat pada administrasi kependudukan. Pasalnya, data ini diyakini menjadi instrumen terhadap posisi indeks pembangunan manusia (IPM).
Diketahui, IPM Kabupaten Cianjur tercatat berada pada peringkat cukup bontot di Jawa Barat. Kondisi ini dipicu belum adanya data terbarukan dari jenjang pendidikan.
Ketua Panitia Khusus (Pansus) LKPj Bupati Cianjur 2025, Atep Hermawan Permana, mengatakan rata lama sekolah masyarakat Cianjur masih cukup rendah. Levelnya berada hingga ke jenjang pendidikan tingkat SMP.
“Selama ini rata-rata lama sekolah di Cianjur memiliki skor 7,2 atau setara dengan jenjang kelas 1 SMP. Sehingga, ini berdampak terhadap capaian lama sekolah,” kata Atep, Jumat, 24 April 2026.
Solusinya, Pemkab Cianjur melalui intansi terkait telah menindaklanjuti pansus rekomendasi LKPj 2025 berupa pemutakhiran jenjang pendidikan ke pemerintah pusat. Legislator Fraksi Partai Golkar itu mengapresiasi itikad baik dari Pemkab Cianjur yang bergerak cepat memutakhirkan data.
“Saya apresiasi upaya Disdukcapil dan Disdikpora Cianjur yang telah menindaklanjuti rekomendasi LKPj 2025 berupa pengajuan data pemutakhiran jenjang pendidikan sebanyak 109.517 jiwa ke Kemendagri,” sebutnya.
Atep berharap, intervensi data pemutakhiran jenjang pendidikan dapat menjadi solusi naiknya IPM di Kabupaten Cianjur.
“Mudah-mudahan update jenjang pendidikan pada Kartu Keluarga (KK) bisa jadi instrumen meningkatnya rata-rata lama sekolah. Dampaknya, tentu IPM juga jadi naik,” pungkasnya. (bay)


































































