Cianjur – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Cianjur dikabarkan datang menemui Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta.
Pejabat yang datang ke KPK ialah Kabid SMP Disdikpora Cianjur Helmi Halimudin mewakili Kepala Disdikpora Cianjur Ruhli Solehudin diketahui berhalangan hadir mengingat tengah melakukan ibadah haji.
Namun, kedatangan dinas yang menangani pendidikan itu rupanya bukan karena permasalahan hukum, namun diberikan sosialisasi anti korupsi yang nantinya disampaikan kepada siswa dan siswi.
Helmi Halimudin membenarkan, kedatangannya ke KPK mewakili Pemkab Cianjur.
“Betul, satu minggu lalu kami mendatangi KPK menghadiri launching bus KPK untuk pendidikan anti korupsi,” kata Helmi, Selasa, (28/05/2024).
Helmi menambahkan, nantinya Cianjur akan kebagian kedatangan KPK untuk memberikan materi-materi anti korupsi kepada para siswa.
“Nanti KPK bersosialisasi ke siswa-siswi untuk memberikan pendidikan anti korupsi mulai dari PAUD hingga jenjang SMP, untuk Cianjur akan dilaksanakan di Alun-alun Cianjur hanya jadwalnya menunggu dulu. Kenapa Cianjur masuk program tersebut, karena dekat dengan Ibukota Jakarta,” ujarnya.
Menurut dia, pendidikan anti korupsi harus ditanamkan sejak kecil agar setelah dewasa tidak melakukan praktek korupsi.
“Bahwa pendidikan anti korupsi itu harus difahami sejak kecil,” pungkasnya. (bay)


































































