CIANJUR– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur membutuhkan anggaran Rp100 Miliar 100 juta untuk pembangunan sarana dan prasarana pendidikan jenjang SD dan SMP.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur Ruhli Solehudin mengatakan, alokasi anggaran dibutuhkan untuk rehabilitasi ruang kelas dan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB).
“Untuk RKB membutuhkan 300 ruang kelas, terkonsentrasi di wilayah bagian utara. Untuk rehab SD dan SMP sekitar 500 ruang kelas, rehab ini kebanyakan di wilayah bagian selatan,” kata Ruhli, Sabtu 28 Februari 2026.
Ruhli merincikan, RKB membutuhkan dana Rp100 Miliar dan rehabilitasi kelas mencapai Rp100 juta.
Tahun ini, Disdikpora Cianjur pun telah mengusulkan pembangunan atau revitalisasi sekolah ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan berharap disetujui hingga nantinya terealisasikan.
“Untuk layak rehab atau pembangunan ruang kelas baru itu hasil verifikasi Kementrian dan sudah kami usulkan,” paparnya.
Ruhli menyebut, ada beberapa faktor yang menyebabkan berbagai kerusakan pada ruang kelas SMP dan SD di Cianjur.
“Diantaranya terdampak bencana gempa bumi tahun 2022 dan pergerakan tanah longsor tahun 2024 dan sudah lamanya masa bangunan sekolahnya,” pungkasnya. (bay)

































































