CIANJUR – Bupati Cianjur Herman Suherman mengakui banyaknya program pemerintah terkait bantuan sosial (bansos) tidak tepat sasaran. Namun, ia mengklaim sudah mempunyai cara menekan angka bansos tidak tepat sasaran lewat program digitalisasi satu data.
Terutama melibatkan para pendamping PKH se- Kabupaten Cianjur. Hal itu disampaikannya, pasca melakukan sosialisasi dan pengarahan kepada 265 pendamping PKH.
“Nanti dengan program digitalisasi satu data akan ketahuan, dapat terlihat warga mampu yang masih mendapatkan bantuan berapa orang,” kata Herman di Pendopo Cianjur, Jumat (19/7/2024).
Menurut dia, pendamping PKH juga dapat diberdayakan dalam program digitalisasi. Sebab, mereka terjun langsung ke masyarakat di setiap wilayah desa masing-masing sesuai penempatannya.
“Termasuk, kami juga melibatkan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH),” pungkasnya. (bay)

































































