CIANJUR – Rencana perubahan skema subsidi pupuk menjadi bantuan langsung yang akan disalurkan pada rekening perbankan atau dompet digital milik petani menuai tanggapan para petani di Kabupaten Cianjur.
Diketahui, Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian PPN/Bappenas, Vivi Yulaswati, mengatakan rencana tersebut sudah dibahas oleh Presiden Joko Widodo dan sejumlah kementerian. Bantuan Langsung Petani ditargetkan bisa diterapkan secara nasional pada 2026 mendatang.
Encep Busrol Karim (35), mengatakan, hingga kini belum mengetahui kabar tersebut. Namun, ia setuju dengan pengalihan subsidi pupuk ke menjadi bantuan langsung dengan catatan tepat sasaran.
“Kalau menurut saya asal tepat sasaran. Soalnya subsidi juga kalau disalahgunakan sama agen itu jadi repot, jadi ke petani gak kebagian,” kata Encep, Jum’at, (19/07/2024).
Sementara itu, Sub Koordinator Sarana Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Cianjur Agie Nurdjaman, mengatakan, hingga kini belum ada sosialisasi mengenai perubahan skema subsidi pupuk menjadi bantuan langsung.
“Belum ada kabar hingga kini dari Kementerian ke kami mengenai skema subsidi pupuk menjadi bantuan langsung,” kata Agie.
Agie menambahkan, saat ini pupuk yang subsidi masih berjumlah empat jenis.
“Yang disubsidi masih Urea, NPK, NPK khusus dan organik,” tutup dia. (bay)

































































