CIANJUR – Seorang anak perempuan di bawah umur diduga jadi korban dugaan asusila. Terduga pelaku merupakan tetangganya. Saat ini korban mengalami trauma.
Kakak korban, ND, menjelaskan terduga pelaku berinisial A awalnya masuk ke rumah korban. Pelaku masuk ke kamar saat wilayah itu mati lampu sekitar pukul 03.00 WIB.
“Sepertinya masuk lewat pintu samping sehingga bisa masuk ke kamar saya yang tidak dikunci,” tutur ND, Jumat, 21 Agustus 2026.
Kakak korban curiga ada seseorang tidak dikenal. Sebab ada suara yang seolah-olah menyentuh telepon genggamnya yang sedang diisi daya. Orang tidak dikenal itu lalu menyentuh area sensiti ND.
“Seperti ada yang pegang ke area kemaluan, agak kaget, terus ada yang narik selimut,” ujarnya.
ND lalu berteriak ketika terbangun lantaran melihat seorang pria.Terduga pelaku kemudian lari melalui jendela ventilasi.
“Pas bibi dan om lari ke kamar, pelaku langsung loncat dan seketika ke halaman rumah,” paparnya.
Saat tepergok, pelaku mengaku tengah bersembunyi dari kejaran anggota kepolisian lantaran membawa narkoba jenis sabu. Pelaku pun meminta kejadian tersebut tidak diceritakan ke warga dan menawarkan uang Rp100 ribu, tetapi ditolak bibi dan pamannnya.
Tak lama, pelaku datang lagi ke rumah bersama istrinya menyampaikan permintaan maaf telah membuat kegaduhan.
NF lalu membangunkan adiknya dan bertanya sosok orang yang masuk ke kamarnya dan menceritakan dugaan asusila yang dialaminya.
“Saya baru ngeh. Lalu bertanya ke adik dan menjawab ada yang buka buku, tiduran di samping, dan tangannya masuk ke kemaluan sebanyak dua kali,” ujarnya.
Akibatnya, sang adik mengalami gangguan kesehatan disamping trauma psikis.
“Sempat pipis berdarah, dan buang air berdarah, lalu trauma dan sekolah pun tidak fokus,” paparnya.
Keluarganya memutuskan melaporkan perbuatan terduga pelaku ke Polres Cianjur.
“Saya lalu ngasih tau mama yang di Malaysia saat kerja setelah dua hari laporan ke Polres Cianjur,” pungkasnya. (bay)




























































