CIANJUR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur belum dapat memastikan apakah nyamuk Wolbachia dilepas di wilayah Cianjur.
Padahal, saat ini kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Tatar Santri di enam bulan terakhir di 2024 menembus 910 kasus, 10 di antaranya menyebabkan kematian.
Wolbachia sendiri merupakan sebuah bakteri yang memiliki kemampuan untuk menonaktifkan virus dengue dalam tubuh nyamuk Aedes aegypti.
Kepala Dinkes Cianjur Yusman Faisal, mengatakan, pihaknya masih menunggu soal kepastian nyamuk wolbachia bisa dilepaskan di Cianjur untuk menekan angka kasus DBD.
Pasalnya, saat ini tengah diuji coba di beberapa Kota/Kabupaten di Jawa Barat dan Provinsi lainnya.
“Setahu saya nyamuk wolbhacia itu baru sampling di beberapa kota/kabupaten di Jawa Barat salah satunya terdekat di Bandung, untuk Kabupaten Cianjur belum ada koordinasi dari Kementerian Kesehatan maupun Dinkes Provinsi Jabar,” kata Yusman, Jumat (26/7/2024).
Menurut Yusman, bilamana uji coba itu berhasil, maka penyebaran nyamuk wolbachia akan bersifat menyuluruh se- Indonesia.
“Jika dianggap berhasil signifikan mengatasi DBD kemungkinan akan secara nasional dikembangkan,” pungkasnya. (bay)

































































