CIANJUR – Kadus Keliling (Dusling) merupakan inovasi program baru
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Cianjur. Tujuannya, mendongkrak penerimaan pajak daerah dari sektor pajak bumi dan bangunan (PBB).
Kepala Bidang Penagihan Pajak Daerah Bapenda Kabupaten Cianjur, Samudra Wira Purnama, mengaku telah menyosialisasikan program Dusling kepada para kepala desa dan sekretaris desa se- Kabupaten Cianjur. Pasalnya, pada program Dusling ini peran kades dan sekdes cukup krusial.
“Kami sudah sosialisasikan program Dusling ini. Pertama di Taman Bunga Nusantara selama tiga hari yang dihadiri para sekdes. Kemudian sosialisasi kedua di Sevillage, juga selama tiga hari yang dihadiri para kepala sesa,” kata Samudra, Selasa, 24 Desember 2024.
Dusling merupakan program turunan dari Pelayanan Pajak Keliling (Pepeling). Tujuannya untuk memudahkan para kepala dusun memungut PBB yang selama ini memerlukan sarana dan prasarana penunjang.
Dia menyebut, sekdes punya peran penting menganggarkan program Dusling untuk keberlangsungan kegiatan tersebut.
“Kalau di tataran perangkat desa ini, sekdes punya peranan penyusunan APBDes. Jadi, pada program Dusling ini dianggarkannya di anggaran desa, mulai dari biaya operasional, biaya top up-nya, maupun pembelian alat mesin EDC,” ujarnya.
Begitupun peran kades, sebut Samudra, cukup krusial. “Kepala desa nanti punya kebijakan karena sebagai pengguna anggaran,” pungkasnya. (bay)




































































