CIANJUR – Petugas Lapas Kelas IIB Cianjur menggagalkan upaya penyelundupan narkoba sintetis cair. Pelaku membawanya menggunakan botol plastik yang disembunyikan pada sepatu.
Kepala Lapas Kelas IIB Cianjur, Prayogo Mubarak, mengatakan terungkapnya upaya penyelundupan itu berawal saat seorang pengunjung berinisial GZP (24) pada Kamis siang, 7 Mei 2026. Pelaku hendak mengunjungi temannya yang merupakan warga binaan.
Namun pria yang mengenakan kaos putih lengan panjang itu menunjukan gelagat yang mencurigakan.
“Saat memasuki pintu utama dan berada di ruang pemeriksaan, gerak-geriknya mencurigakan,” kata Prayogo, Jumat, 8 Mei 2026.
Kecurigaan pun semakin kuat saat identitas kependudukan atau KTP yang digunakan pengunjung itu milik orang lain. Saat diperiksa GZP kerap kali memperbaiki posisi sepatunya. Curiga dengan perilakunya itu, petugas meminta untuk melepaskan sepatu tersebut.
“Setelah pemeriksaan tubuh, kemudian diminta untuk memeriksa sepatunya. Begitu sepatu dilepas, ditemukan botol plastik spray berisi cairan warna hijau,” ucapnya.
Saat ditanya petugas, pelaku berdalih jika botol tersebut berisikan parfum. Namun, setelah ditelusuri, warga binaan yang ditemui pelaku merupakan warga binaan pada kasus narkoba sintetis.
“Barang tersebut ditujukan untuk warga binaan kami dengan latar belakang kasus peredaran narkoba sintesis. Kemudian kami lakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait cairan dalam botol tersebut,” ucapnya.
Akhirnya terungkap jika botol tersebut berisi narkoba cair yang nantinya dicampur pada tembakau. “Cairan sintesis dicampur dengan sedikit pewarna dengan warna hijau dan sedikit alkohol untuk mengelabui petugas. Diklaim bahwa itu parfum sehingga diharapkannya dapat diselundupkan ke dalam lapas,” kata dia.
Pelaku langsung diamankan dan diserahkan pada Polres Cianjur untuk diproses lebih lanjut. “Sudah dilimpahkan penanganannya ke Satnarkoba Polres Cianjur,” kata dia.
Kepala KPLP Lapas kelas II B Cianjur Andari Rizky Aria Putra, mengatakan pengagalan upaya penyelundupan tersebut berkat pelaksanaan pemeriksaan yang sesuai dengan aturan.
“Tentu ini karena pemeriksaan pengunjung yang sesuai SOP. Sehingga dapat diantisipasi secara dini,” kata dia.
Dia mengatakan, ke depan Lapas Cianjur akan terus melakukan antisipasi dengan peningkatan kewaspadaan deteksi dini penggeldahan badan dan barang pengunjung.
“Lapas Cianjur berkomitmen penuh untuk menindak tegas setiap pelanggaran serta menciptakan lingkungan zero HP, zero pungutan liar, narkoba, serta praktik penipuan,” pungkasnya. (bay)



































































