CIANJUR– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur terus mensosialisasikan bahayanya kanker serviks atau kanker leher rahim yang sebagian besar disebabkan oleh infeksi persisten HPV.
Kepala Dinkes Kabupaten Cianjur I Made Wirawan mengatakan, penyakit kanker serviks tidak memiliki gejala awal, namun saat berkembang terdapat ciri-ciri khusus.
“Infeksi HPV sering tidak bergejala, tahu-tahu baru berasa saat berkembang menjadi kanker,” kata dia, Rabu 8 Juli 2026.
Made mengimbau, masyarakat terutama para wanita apalagi yang sudah aktif berhubungan seksual harus rutin periksa alias deteksi dini kanker leher rahim segera memeriksakan diri ke pusat layanan kesehatan.
Hal itu dinilai dapat meminimalisir kanker serviks.
“Jenis pemeriksaan yang bisa dipilih tes DNA HPV untuk mendeteksi ada tidaknya infeksi HPV di dalam serviks. Kalau hasilnya negatif, cukup cek lagi 10 tahun kemudian dan tes IVA untuk mendeteksi lesi prakanker,” pungkasnya. (bay)






























































