CIANJUR – Pasangan suami istri, Ujang Yasar (37) dan Ina (36), warga Kampung Sangkali RT 02/03 Desa Sukaraharja Kecamatan Cibeber tinggal di rumah tidak layak huni. Bahkan, kondisinya nyaris ambruk hingga mengancam keselamatan pasutri beserta dua orang anak mereka.
Kondisi tiang berbahan kayu terlihat sudah lapuk akibat dimakan rayap. Pun bagian atapnya sudah bolong, sehingga terlihat gentengnya pecah dan retak.
Ujang mengatakan, ia dan keluarganya sudah menempati rumah tersebut sejak 15 tahun lalu. Ujang tak punya biaya memperbaiki karena sehari-hari bekerja serabutan.
“Jangankan untuk memperbaiki rumah, punya uang untuk makan saja sudah alhamdulillah,” kata Ujang, Selasa, 27 Oktober 2026.
Ujang mengaku setiap hari ia serta istri dan anaknya was-was karena bangunan rumah terancam ambruk. Terutama saat turun hujan ataupun angin kencang.
“Kalau hujan was-was, karena air masuk ke dalam. Kemarin juga sempat genteng-genteng terbawa angin,” ujarnya.
Kondisi bangunan rumah yang tak layak membuat keluarga tersebut rentan terdampak penyakit.
“Kalau musim hujan, anak-anak biasanya batuk dan flu,” paparnya.
Ketua Karangtaruna Desa Sukaraharja, Heru Purnama, mengaku dengan kondisi rumah tidak layak huni milik keluarga tersebut. Dia berharap ada dermawan yang bisa membantu membangun rumahnya.
“Memang sudah tidak layak huni. Takutnya nanti ambruk. Mudah-mudahan segera mendapatkan bantuan pembangunan rumah,” kata Heru. (bay)























































