CIANJUR – Implementasi program kecerdasaan buatan atau artificial intelligence (AI) dan koding bagi pelajar di Kabupaten Cianjur belum sepenuhnya tersosialisasikan secara merata. Padahal, program ini sudah berjalan sejak tahun lalu.
Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, mengatakan implementasi program tersebut sudah dimulai sejak 2025 di berbagai tingkatan jenjang pendidikan.
“Terkait pemerataan program, pembelajaran AI dan koding di Cianjur sudah menyentuh setiap jenjang pendidikan yang ada, mencakup PAUD, SD hingga SMP,” kata Ruhli, Rabu, 17 Juni 2026.
Pelatihan tersebut dilaksanakan melalui berbagai sumber anggaran. “Ada yang bersumber dari internal pemerintah daerah maupun melalui program CSR serta kemitraan dengan pihak ketiga,” ujarnya.
Namun Ruhli mengaku, sosialisasi program yang digagas Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu belum menyeluruh.
“Fokus kendala saat ini bukan pada keterbatasan alat atau teknis, melainkan pada aspek akselerasi sosialisasi ke masyarakat dan lingkungan sekolah,” ungkapnya.
Pihaknya mengambil langkah agar terjadi pemerataan pada program tersebut dengan menginstruksikan lembaga pendidikan untuk menularkan pengetahuan ke lembaga lainnya.
“Sekolah yang sudah lebih dulu menerima pelatihan diwajibkan untuk melakukan pengimbasan atau membagikan pengetahuan mereka kepada sekolah lain,” pungkasnya. (bay)






























































