CIANJUR – Jembatan penghubung Desa Sukamahi Kecamatan Cijati dengan Desa Neglasari dan Talagasari di Kecamatan Kadupandak rusak. Akibatnya, warga setempat, termasuk pelajar, terpaksa menggunakan rakit menyeberangi aliran Sungai Cibuni.
Sella, pelajar SMA warga setempat, mengaku sudah terbiasa menggunakan rakit untuk berangkat ke sekolah. Kondisi itu dialaminya setiap hari karena jembatan di wilayahnya rusak.
“Sudah tiga tahun. Setiap hari lewat sini karena akses paling dekat ke sekolah,” kata Sella, Jumat, 5 Desember 2025.
Namun jika debit air sungai naik, Sella memilih berjalan kaki melalui jalan alternatif. Konsekuensinya, ia harus menempuh perjalanan lebih jauh yang hampir 10 kilometer.
Kondisi serupa dialami Atep (35), warga Desa Talagasari. Setiap hari Atep harus menyeberangi sungai menggunakan rakit saat berangkat maupun pulang bekerja.
Bahkan, sepeda motornya pun turut dibawa ke rakit. “Ya mesti gimana lagi. Menyeberangi sungai menggunakan rakit setiap hari,” katanya. (bay)






































































