CIANJUR – Bupati Cianjur, dr. Muhammad Wahyu Ferdian, membuka secara resmi kegiatan tes kesehatan dan tes fisik atlet yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat XV/2026, Senin, 11 Mei 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Gelanggang Generasi Muda (GGM) itu akan berlangsung selama tiga hari, terhitung mulai 11-13 Mei 2026.
Bupati mengapresiasi jajaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Cianjur yang sudah memfasilitasi tes kesehatan dan fisik bagi para atlet yang akan berlaga pada Porprov XV Jawa Barat. Langkah itu dipandang penting karena untuk mengukur fisik dan kesehatan para atlet.
“Kami atas nama Pemkab Cianjur mengucapkan terima kasih kepada KONI, para atlet, pelatih, maupun ofisial. Semoga, pada Porprov Jabar nanti, Kabupaten Cianjur bisa menorehkan prestasi,” kata Bupati.
Pada momen itu dilaksanakan juga penyerahan insentif kepada atlet dan pelatih. Mereka mendapatkan insentif selama tujuh bulan ke depan.
“Alhamdulillah, insentif ini harus jadi penyemangat. Semoga Cianjur Era Baru pada dunia olahraga bisa terwujud. Cianjur istimewa,” pungkas Bupati.
Ketua Umum KONI Kabupaten Cianjur, Beny Rustandi, menyebutkan tes kesehatan dan fisik dipandang penting untuk memantau sejauh mana performa atlet menghadapi Porprov nanti. Tes melibatkan para ahli atau pakar di bidangnya masing-masing.
“Alhamdulillah, mulai hari ini kami memfasilitasi dilaksanakannya tes kesehatan dan tes fisik bagi para atlet menghadapi Porprov Jabar XV/2026 nanti,” kata Beny pada sambutannya.
Beny berpesan agar para atlet agar bisa menjalani tes fisik dan kesehatan ini dengan sungguh-sungguh. Sebab, perfoma fisik sangat dibutuhkan pada pencapaian olahraga prestasi.
“Target kami pada Porprov nanti tidak muluk-muluk. Ini tentu harus dibarengi dengan performa fisik dan kesehatan yang bagus,” ucapnya.
Bersamaan diserahkannya insentif bagi para atlet dan pelatih, Beny menaruh harapan bisa menjadi motivasi bagi para atlet dan pelatih agar bisa memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Cianjur.
“Insentif ini merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang sudah berpartisipasi, terutama bapak angkat cabang olahraga. Ini menjadi penyemangat bagi kami mewujudkan kolaborasi menuju prestasi,” pungkasnya.
Ketua pelaksana, Dr. Eneng Fitri Amalia, menyebutkan terdapat sebanyak 334 atlet dari 40 cabang olahraga yang menjalani tes kesehatan dan fisik. Mereka terdiri dari 212 atlet laki-laki dan 122 atlet perempuan.
Eneng mengatakan, tes kesehatan dan fisik merupakan tahapan penting bagi seorang atlet. Tes fisik meliputi pengukuran antropometri, kekuatan otot, daya tahan, kardiovaskular, kelincahan, ketepatan, dan fleksibilitas untuk memantau performa.
“Sementara tes kesehatan untuk memastikan kondisi agar selalu prima, memantau tingkat kebugaran, dan mencegah risiko cidera sebelum bertanding. Tes fisik dan kesehatan merupakan komponen fundamental manajemen atlet profesional,” katanya.
Pelaksana teknis tes kesehatan melibatkan tim kesehatan Dinas Kesehatan dan RSUD Sayang Cianjur. Sedangkan tes fisik melibatkan tim teknis dari Universitas Suryakancana (Unsur) Cianjur dibantu 8 orang dosen tenaga ahli serta 20 orang mahasiswa.
“Terima kasih atas partisipasi semua pihak yang sudah berkolaborasi untuk kemajuan olahraga prestasi di Kabupaten Cianjur,” pungkasnya. (Redaksi)



































































