CIANJUR – Stunting masih jadi prioritas penanganan di Kabupaten Cianjur. Berbagai upaya dilakukan pemerintah daerah setempat agar angka prevalensi kasus stunting bisa turun secara signifikan.
Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) sebagai salah satu leading sector penanganan stunting, berupaya meluncurkan berbagai program untuk menjangkau kalangan anak-anak dan ibu hamil. Perangkat daerah itu memiliki program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat).
Tujuannya, agar di setiap rumah tersedia makanan bergizi seimbang. Program ini juga bagian dari pemberdayaan masyarakat.
Jabatan Fungsional Penata Kependudukan KB DPPKBP3A Kabupaten Cianjur, Ida Farida, mengatakan Dashat merupakan upaya menurunkan angka stunting dengan cara memastikan balita dapat asaran gizi yang cukup sejak dini.
“Jadi, Dashat bukan cuma soal masak, tapi gerakan komunitas untuk kesehatan anak,” kata Ida, Selasa, 6 Januari 2026.
DPPKBP3A Cianjur mengajak masyarakat mengolah bahan-bahan yang mengandung gizi lengkap dari bahan lokal.
“Pakai sayur, buah, ikan, kacang, dan sumber protein yang ada di sekitar agar praktis dan murah. Resepnya sederhana, tidak butuh peralatan mahal,” ujarnya.
Pada pelaksanaanya, DPPKBP3A Kabupaten Cianjur bekerja sama dengan perusahaan manufaktur makanan dan minuman terbesar di Indonesia dan pihak-pihak lainnya.
“Kami bekerja sama dengan PT Indofood untuk mengedukasi para kader dan ibu hamil. Setiap dua bulan sekali keliling ke setiap Kampung Keluarga Berkualitas terpilih di suatu kecamatan,” pungkasnya. (bay)






































































