Cianjur – Pasca bentrokan 50 orang kelompok Ambon dengan massa karyawan dan masyarakat Gedung PT Bangun Ringan Perkasa (BRP) tampak sepi tak ada aktivitas produksi ataupun kegiatan pekerjaan lainnya.
Pantauan, pabrik yang memproduksi hebel itu dijaga oleh aparat kepolisian dan dipasang garis police line.
Sebelumnya, bentrokan terjadi buntut dari kelompok ambon yang mengusir paksa para pekerja saat berlangsungnya aktivitas produksi.
Penghentian sementara aktivitas para pekerja mendapatkan perhatian dari Serikat Pekerja Nasional (SPN) Cianjur.
Ketua SPN Cianjur Hendra Malik menyayangkan, penghentian sementara kegiatan produksi.
Hal itu dinilainya berdampak kepada penghasilan para karyawan.
“Sangat disayangkan dihentikan dulu, mereka kan butuh penghasilan untuk menunjang kebutuhan keluarganya, padahal kan kalau ada sengketa itu urusan Bos perusahaan tersebut dengan pihak lain,” kata Hendra, Senin, (27/05/2024).
Hendra pun menyoroti, peran dari Pemkab Cianjur yang dinilai lambat dalam menangani nasib para karyawan.
“Dalam hal ini Disnakertrans Cianjur harusnya lebih cepat untuk menangani para pekerja, jangan sampai hak-hak pekerja tidak dipenuhi,” pungkasnya. (bay)




























































