CIANJUR – Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cianjur, Oting Zaenal Muttaqin, jadi korban peretasan. Pelakunya menggunakan nomor kontak korban meminta uang kepada orang lain.
Oting mengaku awalnya mendapatkan file undangan pernikahan melalui pesan WhatsApp. Namun, setelah file diunduh, telepon genggamnya dan kontak WhatsAppnya diretas. Hal itu diketahui setelah beberapa rekannya menghubungi terkait file yang dikirim nomor kontak milik Oting.
“Kemarin handphone saya diretas. Kontak saya digunakan untuk mengirim file aplikasi yang digunakan pelaku untuk meretas ke banyak nomor di kontak saya,” kata Oting, Selasa, 19 Mei 2026.
Hal serupa juga dialami beberapa mantan pejabat di lingkup Pemkab Cianjur yang sempat mengunduh file tersebut. Seperti yang dialami Athe Adha Kusdinan, mantan Kepala Dinas PUTR Cianjur.
“Kalau Pak Athe pesannya bukan kirim file aplikasi saja, tapi sampai minta pinjaman uang ke nomor rekening yang namanya sama dengan nama beliau,”ujarnya.
Dia menambahkan, dalam dua hari terakhir ada beberapa pejabat yang menjadi korban peretasan berantai tersebut.
“Iya korbannya berantai. Jadi tidak hanya dua orang, ada beberapa yang jadi korban,” kata dia.
H, salah satu korban, malah sempat mengirim uang kepada salah satu mantan pejabat.
“Saya kirim uang. Mintanya Rp2 juta, tapi saya sebagian. Saat mau kirim lagi, saya dapat informasi kalau nomornya diretas. Setelah dikonfirmasi ke keluarganya, ternyata benar diretas,” ujar H.
Dia mengaku tertipu pelaku peretasan karena nomor rekening yang digunakan memiliki nama yang sama dengan rekannya tersebut.
“Ya nomor rekening pakai nama teman saya itu. Jadi saya percaya saja. Ternyata modus penipuan,” paparnya.
Kapolres Cianjur, AKBP A Alexander Yurikho Hadi, mengataka aksi peretasan tersebut merupakan tindak kejatahan yang kerap terjadi di tengah perkembangan teknologi.
“Karena modus kejahatan bermotifkan dan memanfaatkan teknologi sangat amat berkembang. Lakukan langkah pencegahan dengan konfirmasi dan verifikasi,” kata Kapolres.
Dia juga meminta masyarakat yang sudah menjadi korban, terutama telah mengirimkan uang segera melapor ke Polres Cianjur.
“Silakan lapor. Kami akan proses lebih lanjut dan lakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus ini,” pungkasnya. (bay)






































































