CIANJUR – Himpunan angkatan Muda Islam (Hamima) DKM Masjid Agung Cianjur berkomitmen memberantas judi online yang menyasar masyarakat terutama anak-anak.
Salah satu caranya, dengan menggelar pesantren kilat (Sanlat) yang digelar di Masjid Agung Cianjur.
Sekretaris Umum Hamima DKM Masjid Agung Cianjur, Ahmad Suhendar, mengatakan, Sanlat yang diikuti oleh 800 siswa SD dan SMP itu bertujuan untuk mengisi libur sekolah agar tidak fokus terhadap gadget yang saat ini bisa menjadi sarana untuk bermain judi online.
“Anak-anak atau remaja kita ini memang disusupi medsos dan android dan saat ini fokus ke androidnya dari pada pembelajarannya, termasuk melatih kedewasaannya kepada judi online,” kata Ahmad Suhendar, Kamis (11/7/2024).
Ahmad Suhendar menambahkan, pihaknya berkomitmen memberantas judi online sesuai dengan arahan Bupati Cianjur Herman Suherman.
“Ini harus kita perangi, karena saat ini gampang sekali menjadi pelaku judi online dan dapat bermain di mana saja serta dapat tersembunyi,” ujarnya.
Menurut dia, Sanlat liburan yang dinamai generasi milenial agamis dan smart (Gemas) diharapkan menambah nilai-nilai positif karena diberikan bekal ilmu-ilmu agama.
“Dengan sanlat anak-anak dititik beratkan pada agama bisa mengkonter perilaku-perilaku yang tidak, Sanlat yang digelar enam hari itu akan berakhir besok, penutupan dengan menggelar tadarus Al-Qur’an,” pungkasnya. (bay)

































































