CIANJUR – Pencarian korban terbawa ombak Pantai Cemara di Desa Cidamar Kecamatan Cidaun Kabupaten Cianjur memasuki hari ketiga, Rabu, 18 September 2024, makin diperluas. Pasalnya, sejak dilaporkan hilang pada Senin, 16 September 2024, sampai saat ini keberadaan Joeraimi (17) belum kunjung ditemukan.
Semula, pencarian fokus di dua titik. Kini area pencarian oleh tim SAR gabungan diperluas menjadi tiga titik.
Kapolsek Cidaun, Iptu Yudi Heryanadi mengatakan diperluasnya titik pencarian berdasarkan kesepakatan saat melakukan apel konsolidasi di Mapolsek Cidaun. Apel melibatkan personel gabungan dari Basarnas, Tagana, Retana BPBD, serta unsur Forkopimcam Cidaun.
“Pada hari ketiga pencarian, kami memperluas areanya. Titik pertama di Pantai Jayanti dan Pantai Cemara, titik kedua Muara Cidamar, Ciwidig, dan Cipandak, serta titik ketiga di Pantai Suliwa Sukapura Ciujung Sidangbarang,” kata Yudi dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu, 18 September 2024.
Pencarian juga dilakukan menggunakan sepeda motor dengan menyisir kawasan bibir pantai. Yudi menyebut, sampai sekarang belum ada tanda-tanda ditemukan keberadaan korban terbawa ombak.
“Untuk mendukung pencairan, kita dibantu drone yang dilakukan tim Basarnas. Belum ada tanda-tanda keberadaan korban,” ujarnya.
Pada hari ketiga pencarian, tim gabungan tak bisa menggunakan perahu karet (rubber boat) ke tengah perairan. Sebab, kondisi cuaca tidak bersahabat lantaran hembusan angin cukup kencang sehingga cukup berisiko.
“Tim dari Basarnas tidak bisa menggunakan perahu karet mengingat angin yang cukup besar hingga menyebabkan gelombang pun jadi besar,” paparnya.
Pencarian menggunakan perahu akan dilakukan besok, Kamis, 19 September 2024. Sekaligus dibantu perahu nelayan.
“Kalau kondisinya memungkinkan, besok kita rencanakan melakukan pencarian menggunakan perahu bersama nelayan,” pungkasnya. (bay)

































































