CIANJUR – Pilkada 2024 jadi momen menentukan keberlanjutan berbagai keberhasilan program yang sudah dijalankan Bupati Cianjur Herman Suherman. Sejauh memimpin Kabupaten Cianjur selama ini, sudah cukup terlihat berbagai keberhasilan yang sudah dilaksanakan Bupati.
Meskipun masa kepemimpinan beliau tak genap lima tahun, tapi program yang dituangkan ke dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD), berprogres cukup positif. Di mata pengamat kebijakan publik, keberhasilan capaian itu tentu harus diapresiasi.
“Kalau dihitung-hitung, masa kepemimpinan pak Herman Suherman itu hanya sekitar tiga tahun sejak dilantik pada 2021. Tapi dengan waktu yang sedemikian singkat, beliau mampu menjalankan roda pemerintahan dan berbagai program dengan cukup maksimal,” kata Fanfan Nugraha, pengamat kebijakan publik di Cianjur, Kamis, 19 September 2024.
Pada bidang infrastruktur misalnya, kata Fanfan, Bupati Herman memiliki program peningkatan jalan beton 1.000 kilometer. Kurun waktu tiga tahun, peningkatan jalan beton sudah tercapai kisaran 778,06 kilometer berdasarkan data dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR).
Sejatinya, kata Fanfan, dengan estimasi masa kepemimpinan selama lima tahun, berarti setiap tahun capaiannya sekitar 200 kilometer. Namun di era kepemimpinan Bupati Herman Suherman, selama tiga tahun tercapai 778 lebih kilometer.
“Secara logika, berarti setiap tahun terealiasi lebih 200 kilometer jalan beton. Ini sebuah keberhasilan yang tak bisa kita bantahkan. Seandainya genap memimpin selama lima tahun, bisa jadi program peningkatan jalan beton bisa lebih dari 1.000 kilometer,” terangnya.
Keberhasilan program itu, kata Fanfan, kemungkinan karena tak terlepas juga basis Bupati Herman Suherman yang dulunya lama berkecimpung mengurusi infrastruktur jalan selama bekerja di Dinas PU. Karena itu, lanjut Fanfan, Bupati Herman tahu betul secara teknis percepatan pembangunan infrastruktur jalan.
“Terutama di wilayah selatan yang notabene masih banyak kondisi ruas jalan yang butuh sentuhan perbaikan. Di era kepemimpinan pak Herman, kebijakan soal infrastruktur jalan di selatan secara bertahap mulai dibenahi,” ujarnya.
Fanfan meyakini, dengan kondisi infrastruktur jalan yang bagus, maka secara otomatis akan menimbulkan multifier effect. Artinya, tingkat kemantapan infrastruktur jalan akan berbanding lurus terhadap sektor lainnya, terutama perekonomian, kesehatan, dan pendidikan.
“Nah, selama ini yang sedang digembor-gemborkan di Kabupaten Cianjur itu kan soal IPM (Indeks Pembangunan Manusia). Langkah kebijakan yang diambil pak Herman sudah sangat tepat, salah satunya dengan memprogramkan peningkatan 1.000 kilometer jalan beton. Dengan akses infrastruktur jalan yang bagus, ini akan mendongrak sektor lainnya, sehingga berdampak terhadap peningkatan IPM,” ucapnya.
Melihat berbagai keberhasilan program itu, sebut Fanfan, maka tak ada alasan harus ada keberlanjutan. Apalagi ke depan dengan masuknya Kabupaten Cianjur sebagai kawasan aglomerasi, maka perkembangan pembangunan pun akan semakin pesat.
“Untuk mengimbangi pesatnya pembangunan itu tentu dibutuhkan pemimpin daerah yang betul-betul berpengalaman. Bukan pemimpin daerah yang coba-coba. Tapi pemimpin daerah yang sudah tahu kondisi di lapangan,” pungkasnya. (bay)

































































