CIANJUR – Program makan siang bergizi gratis di Kabupaten Cianjur kemungkinan bakal menyumbang volume sampah. Potensi kondisi itu mulai dipikirkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah limbah dan Limbah DLH Kabupaten Cianjur Prihadi Wahyu Santosa mengatakan, selain memberikan dampak positif, tapi program tersebut perlu juga dipikirkan dampak lainnya. Salah satunya volume sampah yang kemungkinan bakal bertambah dari sisa makanan ataupun tempat makanannya.
“Kami di DLH saat ini sedang melakukan pembahasan secara internal terkait sampah yang berpotensi dihasilkan dari program makan siang gratis,” kata Prihadi, Minggu, 20 Oktober 2024.
Volume sampah di Kabupaten Cianjur per rata-rata mencapai 4,5 ton per hari. Sampah tersebut mayoritas berasal dari rumah tangga.
Kurun beberapa waktu terakhir, sampah yang diangkut dibuang ke TPAS Mekarsari di Kecamatan Cikalongkulon. Sebelumnya, sampah dibuang ke TPA Pasirsembung yang sekarang berubah fungsi.
Prihadi menuturkan, potensi penambahan volume sampah dari program makan siang bergizi gratis berada di sekolah-sekolah. Karena itu, DLH pun berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora).
“Kami koordinasi dengan Disdikpora untuk mengetahui jumlah sekolah penerima program makan siang garis. Termasuk juga mendata jumlah siswa yang mendapat sebagai penerima program itu,” ujarnya.
Koordinasi dengan Disdikpora lebih kepada pembahasan teknis peta pengelolaan sampah. Sejauh ini, kata Prihadi, DLH telah merancang pemilahan sampah yang nantinya bisa dikelola setiap sekolah.
“Diharapkan nanti pengelolaan sampah dapat dipisahkan antara sampah organik dan nonorganik dari sisa makanan. Jadi, nanti bisa dikelola sekolah untuk dijadikan pupuk kompos dengan cara membuat biopori,” pungkasnya. (bay)

































































