CIANJUR – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Cianjur tahun anggaran 2025 diproyeksikan naik. Nilainya lebih kurang Rp4,8 triliun atau naik dari APBD 2024 yang sebesar Rp4,7 triliun.
Hal itu terungkap pada rapat paripurna dengan agenda Pengantar Nota Keuangan Rancangan Perda (Raperda) APBD Kabupaten Cianjur Tahun Anggaran 2025 yang disampaikan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) kepada DPRD Kabupaten Cianjur.
“Tren kenaikan APBD dari tahun sebelumnya patut diapresiasi,” kata anggota DPRD dari Fraksi Partai Golkar Lukmanul Hakim ditemui di Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Senin, 11 November 2024.
Diproyeksikan naiknya APBD TA 2025, kata dia, menandakan adanya peningkatan rencana pendapatan dan belanja. Dia berharap, Pemkab Cianjur harus mengimbanginya dengan memaksimalkan pendapatan asli daerah (PAD).
“Pada implementasinya harus kembali kepada masyarakat berupa pembangunan. Sebagai catatan, Pemerintah Kabupaten Cianjur harus mampu menekan angka defisit dan harus mampu memompa sumber PAD serta lebih kreatif mencari atau menumbuhkan sumber potensi PAD yang baru,” ucapnya.
Naiknya APBD tentu harus berpihak kepada rakyat. Termasuk menciptakan pertumbuhan ekonomi dan menjawab terhadap peningkatan akses serta kualitas sektor kesehatan dan pendidikan.
“Sehingga, mampu menjawab soal peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) di Kabupaten Cianjur,” paparnya.
Dalam hal pengelolaan APBD, Lukman meyakini Pemkab Cianjur akan sangat profesional sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami optimistis Pemkab Cianjur bisa prorakyat dan pruden dalam mengelola APBD Tahun Anggaran 2025,” pungkasnya. (bay)































































