CIANJUR – Bencana pergerakan tanah di Kecamatan Kadupandak Kabupaten Cianjur tak hanya terjadi di Kampung Cileungsir RT 01/ 03 Desa Wargasari. Di Kampung Gunungwaru Desa Sukaraja pun terjadi bencana serupa.
Sebanyak 18 rumah warga dan 1 bangunan masjid rusak akibat bencana tersebut. Dampak lainnya, akses jalan terbelah sehingga tidak bisa digunakan beraktivitas.
Berdasarkan informasi, bencana terjadi pada Minggu, 24 November 2024. Kejadiannya seusai wilayah tersebut diguyur hujan deras.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Cianjur Asep Kusmanawijaya mengatakan, pergerakan tanah membuat belasan rumah warga, sarana ibadah, dan jalan rusak.
“Pergeseran tanah di Desa Sukaraja dipicu hujan deras yang mengguyur beberapa hari terakhir. Puncaknya tadi (Minggu), terjadi pergeseran tanah,” kata Asep.
Dia memastikan tak ada korban jiwa pada peristiwa itu. Saat ini warga terdampak telah diungsikan ke lapang desa.
“Ada 21 kepala keluarga terdiri dari 60 jiwa yang diungsikan sementara ke lapang desa,” paparnya.
BPBD telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan setempat untuk mendirikab tenda pengungsian sementara berikut dapur umum.
“Kebutuhan yang diperlukan warga antara lain selimut, logistik berupa makanan, popok anak, dan obat-obatan,” pungkasnya. (bay)
































































