CIANJUR – Sepanjang 2025, pasangan usia subur (PUS) yang mengakses layanan keluarga berencana tercatat sebanyak 385.898 akseptor. Paling banyak akseptor berasal dari Kecamatan Cianjur.
“Dari 385.898 PUS, paling banyak di Kecamatan Cianjur sebanyak 23.330 akseptor. Sementara wilayah paling sedikit berada di Kecamatan Leles sebanyak 5.040 akseptor,” kata Jabatan Fungsional Penata Kependudukan KB Dinas PPKBP3A Kabupaten Cianjur, Ida Farida, Sabtu, 7 Februari 2026.
Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cianjur merupakan leading sector yang salah satunya berperan memgendalikan jumlah penduduk melalui upaya program, jumlah dan jarak kelahiran anak guna membentuk keluarga berkualitas, sehat, dan sejahtera.
Ida menuturkan, alat kontrasepsi layanan KB paling banyak digunakan akseptor yakni melalui suntik dan paling sedikit jenis vasektomi.
“Alat kontrasepsi melalui KB suntik sebanyak 146.416 akseptor, pil 66.893 akseptor, kondom 1.828 akseptor, implan 21.382 akseptor, IUD 10.614 akseptor, vasektomi 189 akseptor, dan tubektomi 2.783 akseptor,” ujarnya.
Sejauh ini, progres layanan program KB di Kabupaten Cianjur sepanjang 2025 mencapai 64,55 persen. Capaian ini berkat kesadaran masyarakat Kabupaten Cianjur yang sudah merasakan manfaat menggunakan layanan KB.
“Alasan masyarakat ikut program KB karena ingin anak-anaknya bisa sekolah tinggi dan hidup sejahtera. Jarak usia anak yang lebih jauh membuat lebih siap secara finansial dan lainnya,” pungkasnya. (bay)






























































