CIANJUR – Bencana hidrometeorologi yang dipicu intensitas curah hujan masih berpotensi terjadi saat libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru). Di Kabupaten Cianjur, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengantisipasi kondisi tersebut.
Perangkat daerah yang fokus pada penanggulangan bencana itu pun mendirikan empat posko pemantauan saat libur Nataru. Upaya itu juga merupakan tindak lanjut instruksi Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cianjur Asep Kusmanawijaya menjelaskan, pendirian posko merupakan agenda tahunan yang dilakukan BPBD Cianjur setiap menghadapi Nataru. Selain mendukung kegiatan pengamanan, juga mengantisipasi terjadinya potensi bencana karena di akhir tahun intensitas curah hujan relatif cukup tinggi.
“Untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru kami memang terlibat langsung membantu Operasi Lilin Lodaya. Kami siapkan empat posko,” kata Asep, Minggu, 22 Desember 2024.
Empat posko tersebut disiapkan sebagai langkah siaga dan antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya bencana. Beberapa titik posko berada di sekitar kawasan wisata.
“Lokasinya berada di Perempatan Tugu pramuka, di Cipanas, dan Cidaun. Titik ini biasanya dipadati wisatawan. Satu lagi posko utama di kantor BPBD Kabupaten Cianjur,” ucap Asep.
Di setiap posko ditempatkan 7 personel BPBD. Mereka akan berjaga selama 24 jam.
“Termasuk di dalamnya kami libatkan Retana (Relawan Tangguh Bencana). Mereka jaga bergiliran selama 24 jam sampai Operasi Lilin Lodaya berakhir,” pungkasnya. (bay)




























































