CIANJUR – Para pedagang beras di beberapa pasar tradisional Kabupaten Cianjur belum menetapkan harga eceran tertinggi (HET) dari Pemerintah Pusat.
Bahkan, harga beras di Kota Tauco ini lebih murah dibandingkan HET yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.
Pada halaman resmi Badan Pangan Nasional (Bapanas) resmi menetapkan Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbadan) tentang kenaikan HET beras.
Melalui Perbadan Nomor 5 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Perbadan Nomor 7 Tahun 2023 tentang HET beras, harga beras medium dan beras premium diatur berdasarkan wilayah.
Untuk wilayah Jawa, Lampung, dan Sumatera Selatan, HET beras medium Rp 12.500 per kilogram dan HET beras premium Rp 14.900 per kilogram.
Sedangkan harga beras di Kabupaten Cianjur tidak mengacu pada HET tersebut dan lebih murah. Kini, harga beras medium Rp 12.000 per kilogram dan beras premium Rp 14.000 per kilogram.
Seperti yang dikatakan, Ujang (35), pedagang beras di Pasar Ciranjang. Ia mengaku, belum mendengar kebijakan pemerintah mengenai HET yang ditetapkan pemerintah pusat.
Saat ini beras yang dijualnya masih berada di kisaran harga normal, yakni Rp 12.000 per kilogram untuk jenis medium dan Rp 14.000 per kilogram untuk jenis premium.
“Kalau kebijakan itu tidak tahu. Kalau saya dan pedagang beras lainnya masih menjual beras harga biasa, premium Rp14.000 per kilogram dan medium Rp12.000 per kilogram,” kata dia, Selasa (11/6/2024).
Sementara itu, Kasubag TU Pasar Ciranjang Irwan menuturkan, penyebab HET beras yang belum mengacu kepada Bapanas lantaran stok beras di Pasar Ciranjang melimpah.
“Kenapa tidak mengacu pada HET pemerintah pusat, karena stok beras di Pasar Ciranjang jelang Idul Adha masih mencukupi dari bandar-bandar Kecamatan Warungkondang, Kecamatan Cianjur, Karawang dan beberapa daerah di Jawa Tengah,” kata Irwan.
Di sisi lain, Kepala Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian (Diskumdagin) Kabupaten Cianjur, Euis Jamilah menjelaskan, belum berlakunya HET beras mengacu pada pemerintah pusat juga terjadi di pasar-pasar se- Kabupaten Cianjur.
“Tidak hanya Pasar Ciranjang, semuanya sama. HET beras di Cianjur belum mengacu kepada Bapanas, bisa karena stok masih melimpah. Kan lumbung padi, tidak seperti di kota-kota lain,” kata Euis. (bay)






























































