CIANJUR – Rekonstruksi situs megalitikum Gunung Padang di Desa Karyamukti Kecamatan Campaka hingga kini belum dilakukan sejak diresmikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi belum lama ini. Rekonstruksi atau pemugaran punden berundak yang digadang-gadang terbesar di Asia Tenggara itu dilakukan untuk menjaga keberlanjutan warisan peradaban leluhur yang diyakini memiliki nilai sejarah dan kebudayaan tinggi.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Heri Kurniawan mengatakan, situs Gunung Padang memang rencananya akan dilakukan pemugaran. Namun, hingga kini belum terealisasikan.
“Hingga kini belum ada rekonstruksi. Memang beberapa waktu lalu Gubernur Jabar Dedi Mulyadi telah meresmikan dimulainya rekonstruksi situs megalitikum Gunung Padang,” kata Heri, Jumat, 6 Februari 2026.
Heri menambahkan, pemugaran cagar budaya nasional tersebut akan dikerjakan para peneliti di bawah koordinasi Kementerian Kebudayaan.
“Penelitinya dipimpin Profesor Ali Akbar,” ujarnya.
Heri menyebut, Pemkab Cianjur turut membantu pada proses rekonstruksi. Namun perannya hanya sebatas memberikan berbagai informasi.
“Ada keterlibatan Pemkab Cianjur namun hanya sebatas memberikan informasi seputar Gunung Padang,” pungkasnya. (bay)






































































