CIANJUR – Bigmatch antara Persib Bandung melawan Persebaya pada Liga 1 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, belum lama ini berbuntut panjang. Pasalnya, oknum Bonek atau suporter Persebaya melakukan aksi rasisme saat laga ‘panas’ berlangsung.
Bahkan, seusai laga, sejumlah oknum Bonek melakukan intimidasi dan penyerangan kepada bobotoh. Atas insiden itu, bobotoh pun mengambil sikap.
Viking Persib Club menginstruksikan agar bobotoh menjaga jarak dengan Bonek. Langkah itu diambil sebagai sikap tegas atas ulah oknum Bonek yang dinilai sudah melewati batas sportivitas.
Panglima Viking Underground Cianjur, Alan Konar, mengaku sesuai instruksi Viking Persib Club, maka Viking Underground Cianjur juga harus mengambil sikap.
“Kami sangat menyayangkan terjadinya insiden penyerangan di Surabaya oleh beberapa oknum suporter Bonek. Ada bobotoh yang jadi korban. Bobotoh ini sempat dikeroyok dan barang-barangnya dijarah” kata Alan, Sabtu, 7 Maret 2026.
Alan juga menyesalkan berkumandangnya nyanyian berbau rasisme yang ditujukan kepada para bobotoh saat pertandingan.
“Padahal setiap Bonek ke Bandung adem-ayem. Tidak ada masalah. Kami rawat dan jaga persaudaraannya. Tidak pernah ada nyanyian rasis seperti itu. Tapi saat laga di Surabaya, terdengar ada chant yang seolah-olah memancing kami,” tuturnya.
Atas insiden itu, Viking Persib Club tidak akan menggunakan lagi slogan ‘Viking-Bonek Satu Hati’.
“Kami ambil sikap tegas. Untuk sekarang sampai ke depan kita mengalir saja,” pungkasnya. (bay)






































































