CIANJUR – Anggaran untuk rukun tetangga (RT) jadi ‘jualan’ dua pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati pada Pilkada Cianjur 2024. Kedua pasangan balon itu akan mengucurkan dana itu dengan anggaran yang cukup besar.
Diketahui, saat ini dana insentif ketua RT di Cianjur sebesar Rp500 ribu per bulan.
Bagi pasangan Muhammad Wahyu Ferdian-Ramzi Geys Thebe, anggaran sebesar itu relatif cukup kecil. Karena itu, pasangan yang diusung Partai Gerindra, NasDem, PSI, Partai Ummat, dan Partai Buruh itu menjanjikan dana insentif bagi ketua RT sebesar Rp25 juta per tahun.
Dana itu untuk pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Nantinya dana tersebut akan disesuaikan dengan berbagai permasalahan di tingkat RT.
Pasangan Herman Suherman-Muhammad Solih Ibang (BHSI) rupanya tak mau kalah. Pasangan yang diusung PKB, Demokrat, PDI Perjuangan, PAN, PPP, serta Partai Gelora, PKN, PBB, dan Partai Garuda itu kabarnya akan mengalokasikan dana insentif RT sebesar Rp30 juta per tahun.
Ketua Asosiasi Rukun Warga dan Rukun Tetangga (ARWT) Pimpinan Cabang Cianjur, Ichwan Ahadi Rahmat, mengatakan pasangan BHSI bakal menggelontorkan Rp30 juta per tahun untuk meningkatkan kesejahteraan bagi Ketua RT/RW lewat pemberian insentif dan pengelolaan program.
Bakal calon Bupati, Herman Suherman, meyakini program Rp30 juta per RT bakal berjalan suksss. Bahkan dia sudah menghitung secara matang.
“Program itu sudah dihitung. Saya enggak sembarangan membuat program. Apalagi saya sudah berpengalaman. Saya nyatakan bisa,” kata Herman.
Saat ini ketua RT hanya menerima insentif. Dengan program tersebut maka bisa untuk kepentingan umum masyarakat sekitar.
“Ketua RT sekarang hanya mendapatkan insentif. Tapi dengan dana Rp30 juta, bisa digunakan untuk pembangunan seperti pembuatan gang dan lainnya,” pungkasnya.
Sementara itu, calon Bupati Cianjur Muhammad Wahyu Ferdian mengatakan, dana Rp25 juta per RT per tahun merupakan program pertambahan ekonomi. Bahkan, dana sebesar Rp25 juta per RT pernah dilaksanakan bupati sebelumnya dan berjalan sukses.
“Program ini selaras dengan program pemerintah pusat yakni pertambahan baru ekonomi kerakyatan,” kata Wahyu, Kamis 5 September 2024. (bay)































































