CIANJUR – Para pelajar SMAN 1 Cianjur melaksanakan study tour ke sejumlah lokasi dan diakhiri ke Bali berkonsep pembelajaran Bhineka Tunggal Ika. Di sisi lain, kegiatan itu berjalan di tengah larangan kegiatan study tour yang ditegaskan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Kepala SMAN 1 Cianjur Agam Supriyanta menjelaskan, kegiatan diikuti sebanyak 361 siswa. Mereka merupakan siswa kelas XI.
“Anak didik kami telah berangkat pada kegiatan study tour berkonsep pembelajaran Bhineka Tunggal Ika,” kata Agam, Senin, 24 Februari 2025.
Namun, Agam mengeklaim kegiatan itu tak wajib. Artinya, kalau ada siswa yang tak ikut pada kegiatan itu, tidak jadi masalah.
“Biayanya Rp3,5 juta lebih dengan metode pembayaran dicicil. Tetapi sifatnya tidak mewajibkan. Kalau ada anak yang tidak ikut pun tidak kami permasalahkan. Yang tidak ikut saja ada 77 siswa,” terang Agam.
Agam mengatakan, imbauan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi yang melarang study tour lintas provinsi muncul dua hari setelah siswa SMAN 1 Cianjur berangkat. Agam sempat dilema karena dikhawatirkan akan menimbulkan dampak lain apabila siswa harus dipulangkan.
“Imbauan dari Gubernur Jabar itu munculnya kan hari Kamis, 20 Februari 2025. Sedangkan siswa kami berangkat study tour pada hari Selasa, Februari 2025. Kalau tidak diselesaikan justru akan menimbulkan masalah baru,” ujarnya.
Ke depan Agam mengaku akan menjalankan segala instruksi Gubernur. Salah satunya berkenaan dengan proses pembelajaran siswa.
“Prinsipnya saya sepakat dan siap menjalankan instruksi dari pak Gubernur,” pungkasnya. (bay)






































































