CIANJUR – Lagu berjudul ‘Bayar, Bayar, Bayar’ menghebohkan khazanah musik Tanah Air. Pasalnya, Sukatani Band yang membawakan lagu tersebut diduga mengalami intimidasi karena liriknya disebut-sebut menyinggung institusi Polri.
Alih-alih takut, Sukatani Band lantas mendapat dukungan dari berbagai elemen. Bahkan di antaranya menyayangkan adanya indikasi intimidasi di tengah semangat demokrasi yang digaungkan.
Sekadar informasi, band asal Purbalingga ini digawangi Muhammad Syifa Al Lutfi sebagai gitaris dan Novi Citra Indriyati sebagai vokalis. Pascaadanya indikasi intimidasi, kedua personel Sukatani Band kemudian mengunggah video permintaan maaf dan menghapus lagunya dari salah satu platform musik.
Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Cianjur pun mendukung Sukatani Band yang bergenre punk ini untuk terus menyuarakan kritik sosial. Ketua PC PMII Usep M Fauzi mengaku akan menggelar aksi solidaritas mendukung band Sukatani untuk terus berkreasi dan berkarya. Termasuk menyampaikan pesan kritik sosial melalui lirik lagu, salah satunya berjudul ‘Bayar Bayar Bayar’.
“Kami akan melakukan aksi mendukung Sukatani Band. Tujuan aksi untuk mengedukasi masyarakat dan kepolisian mengenai kebebasan berekspresi melalui musik,” kata Usep, Senin, 24 Februari 2025.
Dugaan intimidasi terhadap Sukatani Band, kata Isep, merupakan bentuk pembungkaman kebebasan berekspresi melalui seni musik.
“Musik adalah bentuk ekspresi yang tidak seharusnya dibungkam. Kami ingin menunjukkan bahwa masyarakat tidak boleh takut menyuarakan kebenaran melalui media apa pun,” pungkasnya. (bay)





























































