CIANJUR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur mengingatkan masyarakat tak sembarangan mengonsumsi bahan atau zat berbahaya. Imbauan itu menyusul kasus meninggal dunianya 9 orang warga Desa Kademangan Kecamatan Mande usai mengonsumi alkohol murni berkadar 96 persen.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Cianjur, Frida Laila Yahya, mengatakan tewasnya 9 orang warga diduga karena terjadi reaksi kimia dari alkohol berkadar tinggi. Apalagi, alkohol itu bukan untuk dikonsumsi tapi obat luar.
“Masyarakat harus lebih memperhatikan kembali bahan mana yang memang boleh dikonsumsi atau tidak. Cairan kimia tertentu agar digunakan sesuai dengan peruntukannya. Setiap bahan sudah tertera keamanannya sehingga diketahui diperbolehkan dikonsumsi atau tidak,” kata Frida, Selasa, 11 Februari 2025.
Tak hanya masyarakat, Frida juga mengimbau agar apotek hingga toko penjual bahan kimia lebih selektif menjual kepada masyarakat. Kalaupun ada yang membeli, sejatinya ditanya peruntukkannya.
“Untuk apotek atau toko bahan kimia yang menjual produk alkohol harus lebih selektif melihat siapa konsumennya. Jika mencurigakan sebaiknya tidak diberikan,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, kejadian diawali salah seorang pemuda berinisial N yang merupakan rekan kedua korban meninggal dunia memesan alkohol murni melalui toko online pada Selasa, 3 Februari 2025.
Tiga hari kemudian, pesanan alkohol tersebut tiba. Lalu, N mengajak rekan-rekannya meminum alkohol berkadar tinggi itu yang dioplos dengan minuman bersoda. (bay)






























































