CIANJUR – Persoalan utang pemerintah Desa Talaga Kecamatan Cugenang kepada pihak vendor akan diupayakan diselesaikan. Salah satunya dilakukan dengan membayar menggunakan tujuh ekor sapi yang dikelola BUMDes setempat.
Seperti diberitakan sebelumnya, utang tersebut berkaitan dengan pembangunan lapang minisoccer yang diserahkan kepada pihak ketiga atau vendor. Namun karena terkendala belum adanya pencairan dana desa tahap I, maka pihak desa belum bisa membayar piutang tersebut.
Padahal, pihak vendor telah menyelesaikan pembangunan dengan baik dalam waktu kurang dari 20 hari.
Kepala Desa Talaga Saprodin mengakui hal itu. Dia mengaku belum sanggup membayar utang kepada vendor lantaran terkendala pencairan dana desa.
“Keuangan murni memang belum cair pada dana desa tahap I karena ada perubahan. Kendala karena administrasi belum lengkap,” tutur Saprodin, Minggu 25 Mei 2025.
Pembayaran utang dengan 7 ekor sapi kata Saprodin, merupakan bentuk tanggung jawab membayar utang.
“Pembayaran pakai sapi itu sebagai itikad baik,” kata dia.
U (36), perwakilan vendor, mengatakan selain biaya pembangunan lapang mini soccer, kepala desa juga meminjam uang untuk membeli kebutuhan sarana prasarana penunjang lapang minisoccer. Dijumlahkan, total biaya kelanjutan pembangunan lapang mini soccer dan uang pinjaman pembelian sarana dan prasarana sebesar Rp363 juta.
“Kades meminjam uang ke saya untuk membayar ke vendor jaring dan rumput. Pada 25 Februari serah terima pekerjaan atau pembangunan sudah selesai,” kata dia. (bay)






































































