CIANJUR – Viral di media sosial aksi perampokan di kawasan Perumahan Pataruman Regency di Kelurahan Sayang Kecamatan Cianjur. Modus pelaku yang diketahui berjumlah dua orang itu dilakukan dengan mengaku sebagai anggota TNI.
Adalah Bram Franseska, korban yang rumahnya disatroni dua orang pelaku berperawakan mirip anggota TNI. Bram pun melaporkan kejadian yang dialaminya ke Subdenpom III/I-1 Cianjur pada Kamis, 26 Maret 2026.
Laporan tersebut pun kemudian diarahkan ke Polres Cianjur lantaran belum ditemukan bukti kuat para terduga pelaku merupakan anggota TNI.
Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0608/Cianjur, Mayor Cba Ujang Rohmat, mengatakan ada dua pelaku pada kasus tersebut.
Satu orang pelaku sudah diiamankan anggota Polres Cianjur.
Ujang memastikan, para pelaku bukan anggota TNI. Mereka merupakan warga sipil yang mengaku-ngaku anggota TNI.
“Kejadian yang sempat viral menyebutkan dua anggota TNI itu tidak betul. Itu hoaks. Hasil pendalaman, para pelaku merupakan warga sipil. Satu orang pelaku sudah diamankan dan satu orang lagi DPO,” kata Ujang kepada wartawan, Jumat, 27 Maret 2026.
Modus yang digunakan pelaku yakni mendobrak pintu rumah korban. Mereka pun membawa senjata api yang akhirnya diketahui merupakan mainan.
“Senjata api yang digunakan juga bukan pistol asli, hanya mainan,” ujarnya.
Peristiwa dugaan pencurian itu berawal dari persoalan gadai kendaraan.
“Modusnya masalah gadai kendaraan. Mobil yang seharusnya ditebus ternyata sudah digadaikan lagi ke pihak lain,” paparnya.
Camat Cianjur, Saripudin, mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya,” pungkasnya. (bay)






































































