CIANJUR – Program Cianjur Satu Data digadang-gadang dapat menyelesaikan berbagai masalah yang berhubungan dengan kesejahteraan warga Kabupaten Cianjur.
Hal itu disampaikan Bupati Cianjur Herman Suherman. Ia menyebutkan, bahwa tidak tepatnya data masyarakat menjadi kunci belum efektifnya program Pemkab Kabupaten Cianjur dan Pemerintah Pusat.
“Upaya kami akan membuat program satu data sehingga semua permasalahan di Cianjur dapat selesai,” ujar Herman, Minggu (14/7/2024).
Satu hal yang menjadi contoh adalah pertanian, di mana Pemkab Cianjur tidak mempunyai data akurat untuk meningkatkan bidang tersebut.
“Kami ingin tahu berapa hektare petani yang menanam padi, berapa hektare lahan yang panen, berapa hektare yang belum ditanam dan berapa banyak warga Cianjur yang mengandalkan ketahanan pangan dari lokal, dan berapa banyak masyarakat yang mengalami krisis ketahanan pangan dan lainnya,” paparnya.
Herman menambahkan, dengan data yang tak akurat program bantuan dari pemerintah pusat pun dinilainya tidak tepat sasaran.
Hal itu diketahui Herman, lantaran langsung terjun ke lapangan dan menemukan beberapa warga mampu mendapatkan berbagai macam jenis program bantuan.
“Selama ini kita masih bingung, contohnya penerima bantuan, seperti PKH, BPNT. Berdasarkan data kementrian Bapenas 40 persen tidak tepat sasaran, di Cianjur banyak orang mampu masih mendapatkan bantuan dan saya melihat langsung di lapangan,” ungkapnya.
Namun, program Cianjur Satu Data tidak dapat mudah dijalankan dengan waktu secepat mungkin.
“Butuh waktu dua tahun, dan ini peran semua stakeholder, semua harus bekerja mulai dari, RT, RW, Kadus, Kades dan lainnya,” pungkasnya. (bay)































































