CIANJUR – Puluhan sopir elf jurusan Cianjur selatan menyisir kendaraan diduga travel bodong di kawasan Alun-alun Sindangbarang, Minggu, 8 Maret 2026. Hasilnya, mereka mengamankan tiga unit mobil yang dicurigai kendaraan travel bodong.
Ketiga kendaraan itu pun langsung dibawa ke Mapolsek Sindangbarang.
Ketua Komunitas Driver Elf Mobil Indonesia (KDEMI), Dedi, menjelaskan aksi mogok sekaligus sweeping terhadap kendaraan travel bodong dilakukan karena berdampak besar terhadap penghasilan sopir yang menurun. Terlebih, keberadaan kendaraan travel itu tak berizin sehingga harus ditertibkan.
“Dengan adanya travel gelap penumpang elf ke Cianjur selatan semakin sepi. Padahal momen mudik Lebaran selalu kami nantikan karena bisa mendapatkan penghasilan lebih untuk Lebaran,” kata Dedi kepada wartawan, Minggu, 8 Maret 2026.
Dedi mengaku, para sopir mengeluhkan adanya kendaraan pribadi yang disulap jadi angkutan travel. Kondisi ini kerap berulang setiap menghadapi mudik Lebaran.
“Kami sering nombok setoran karena sepi penumpang. Tidak bisa membawa uang ke rumah, yang ada kami berutang untuk kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya.
Kapolsek Sindangbarang AKP Dadang Rustandi mengaku, aksi yang dilakukan para sopir elf ditindaklanjuti dengan menggelar musyawarah bersama di Maposlek Sindangbarang. Hasilnya, para pengemudi kendaraan pribadi yang dijadikan travel bodong dilarang beroperasi.
“Kami minta para pemilik kendaraan yang tidak memiliki izin untuk beroperasi atau trayek, tidak beroperasi sebelum mengantongi izin,” kata dia. (bay)





























































