CIANJUR – Kepala Desa Sukamaju Kecamatan Cianjur, Farid Komarudin, dikabarkan mengundurkan diri dari jabatannya. Rumor itu menyusul hilangnya ratusan karung beras ketahanan pangan (ketapang) yang diduga digasak maling belum lama ini.
Camat Cianjur Tom Dani Gardiat mengaku, belum menerima laporan baik lisan maupun tulisan mengenai pengunduran diri Kades Sukamaju.
“Sampai saat ini belum ada, baik secara lisan ataupun secara resmi,” kata Tom, Kamis, 16 Januari 2025.
Tom menjelaskan, secara teknis pengunduran diri mesti melibatkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). “Kalau pengunduran diri kades pasti ada surat dari BPD berupa usulan kepada intansi terkait,” ungkapnya.
Sebelumnya, Sekretaris Prabhu Indonesia Jaya DPD Kabupaten Cianjur Riki Supiandi mengatakan, beredar informasi ada indikasi kepala desa mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan beras ketahanan pangan. Indikasi itu berdasarkan hasil komunikasi dengan masyarakat dan beberapa tokoh.
“Kami mendapatkan informasi, dari anggaran Rp270 juta untuk pembelian 20 ton beras program ketapang, kades diduga mendapat keuntungan sebesar Rp20 juta,” kata Riki.
Bahkan, lanjut dia, tim di lapangan mendapati kualitas beras tidak sesuai dengan yang tercantum pada rencana anggaran biaya (RAB). Informasi dari masyarakat, terjadi juga dugaan
penjualan beras katapang ke penggilingan padi seharga Rp11.500.
“Kami melihat kualitas beras yang dibeli pihak desa tidak sesuai dengan RAB senilai Rp13.500 per kg. Kualitasnya sangat jelek. Beras murah. Banyak pecahannya,” pungkasnya. (bay)


































































