CIANJUR – Puluhan pasien, pengunjung, serta pegawai RSUD Cimacan berhamburan ke luar dari ruangan. Mereka panik lantaran khawatir terjadi kebakaran setelah mencium bau hangus diduga akibat korsleting listrik, Rabu, 31 Juli 2024.
Petugas keamanan rumah sakit pun bergerak cepat. Mereka berupaya memadamkan percikan api akibat korsleting dari alat penyimpan cadangan listrik.
Tak lama, petugas pemadam kebakaran tiba. Mereka segera mengecek alat yang mengalami korsleting.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kabupaten Cianjur, Hendra Wira Wiharja, mengatakan, terjadinya korsleting pada alat tersebut diduga akibat kelebihan kapasitas. “Percikan api berasal dari alat bernama trafo. Itu semacam panel listrik yang berfungsi menyimpan cadangan listrik. Sepertinya mengalami overload (kelebihan kapasitas),” kata Hendra, Rabu, 31 Juli 2024.
Kondisi di lapangan sudah terkendali berkat kesigapan petugas keamanan rumah sakit. Hendra menuturkan, petugas pemadam kebakaran memastikan keamanan alat itu sehingga kejadian serupa tak terulang.
“Penanganan percikan api dilakukan petugas satpam RSUD Cimacan menggunakan tiga APAR (alat pemadam api ringan). Petugas kami juga memastikan tidak kembali terjadi percikan api,” pungkasnya. (bay)































































