CIANJUR – DPRD Kabupaten Cianjur tak menutup mata sering menerima keluhan lonjakan jumlah pasien di RSUD Sayang. Fenomena itu tentu jadi salah satu bahasan yang harus dicarikan solusinya.
“Kami sudah menerima keluhan dari rumah sakit, termasuk RSUD Sayang tentang overload pasien,” kata Ketua Komisi 4 DPRD Kabupaten Cianjur Rian Purwa Wiwitan, Senin, 22 Juni 2026.
Rian menyebut, penyebab terjadinya lonjakan pasien karena tidak ditempuhnya alur fasilitas kesehatan (faskes) 1.
“Mereka menyampaikan penyebabnya banyak pasien yang tidak mengikuti alur faskes 1 sehingga langsung dirujuk. Padahal, sebetulnya bisa ditangani di tingkat Puskesmas,” ujarnya.
DPRD Kabupaten Cianjur juga telah membuat peraturan daerah (Perda) tentang pelayanan kesehatan. Salah satunya mengatur alur pelayanan.
“Kami pun kemarin sudah membuat Perda mengatur alur pelayanan agar layanan kesehatan di Cianjur lebih tertib dan berjenjang agar dapat melayani seluruh masyarakat,” tegasnya.
Perda tersebut akan segera diselaraskan dengan pihak terkait. “Nanti pada Kamis, perda ini akan kami selaraskan dengan Dinkes, Puskesmas, dan RSUD Sayang,” pungkasnya. (bay)






























































