CIANJUR – Dewan Pendidikan Cianjur menjenguk AD (12) korban perundungan dan kekerasan di SMPN 1 Sindangbarang ke RSUD Sayang Cianjur, Rabu (24/7/2024). Hal itu demi memastikan kondisi korban baik secara medis maupun psikis.
Ketua Dewan Pendidikan Cianjur, Ginanjar, mengatakan, kondisi AD saat ini sangat menghawatirkan lantaran belum bisa beraktivitas secara normal dan perlu penanganan medis hingga kondisinya berangsur membaik.
“Kondisi korban pada saat kami jenguk sakit di punggung dan belum bisa berjalan normal, itu diakibatkan pukulan di pinggang yang berulang kali sehingga perlu perawatan seeta secara psikis juga anak tersebut perlu pendampingan psikologi karena trauma,” kata Ginanjar, Rabu (24/7/2024).
Atas nama Dewan Pendidikan Kabupaten Cianjur, Ginanjar berharap, kejadian yang menimpa AD tak terulang lagi. Pihak sekolah pun, diminta agar lebih mengawasi aktivitas siswa dan siswi terutama di Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
“Harapannya tidak ada kejadian bullying di sekolah-sekolah dan diharapkan pihak sekolah ikut mengawasi terhadap semua aktivitas di sekolahnya melibatkan kegiatan masal anak-anak, apalagi kejadian itu pada saat MPLS, pihak sekolah harus selalu mendampingi,” ujarnya.
Ia pun menilai, kejadian bullying yang dialami oleh AD merupakan kelalaian pengawasan dari orang nomor satu di sekolah tersebut.
“Jelas tanggung jawab kepala sekolah, ada kelalaian dalam pengawasan,” pungkasnya. (bay)

































































