CIANJUR – Mochamad Manap (25), seorang Mahasiswa, warga Kampung Kebonmanggu, Kelurahan Bojongherang, Kecamatan Cianjur, menjadi korban dugaan pengambilan data pribadi untuk diajukan kredit motor tanpa sepengetahuannya. Hal itu berbuntut panjang, lantaran merasa dirugikan, ia langsung melapor ke kepolisian.
Manap mengatakan, sebelum ketahuan data pribadinya diduga dipakai tanpa ijin darinya, pada bulan Oktober 2022, ia mengajukan kredit motor dengan dibantu oleh adiknya yang bekerja dealer JG motor, kemudian disambungkan kepada sales JG Motor.
“Rencana saya itu mau kredit motor Yamaha jenis N-Max 155, kebetulan adik saya baru 2 bulan kerja di JG Motor Cianjur, nah bilang lah ke senior sales di tempat kerjanya namanya berinisial ISM,” kata Manap, Selasa (23/7/2024).
Kemudian, sales tersebut datang ke rumah Manap dan dilaksanakan survei hingga diminta persyaratan untuk pengajuan kredit.
Namun, setelah survei tidak ada kabar mengenai kelanjutan pengajuan dari kredit motor itu. Tiba-tiba muncul surat tagihan pembayaran kredit di September 2023, yang mana unit motor tidak diterima oleh dirinya.
“Bilangnya uang muka (DP) nanti dimintanya kalau sudah di acc setelah, 3 bulan tidak ada info, tiba tiba berselangnya waktu muncul tagihan dari leasing BAF, ternyata motornya sudah diambil secara sepihak dan dijual,” ujarnya.
Meski tidak ada kerugian secara materil, Manap mengaku, data pribadinya menjadi merah karena dinilai mempunyai hutang kredit dan dapat menghambat dalam melamar pekerjaan.
“Saya hawatir nanti untuk kerja terhambar, karena sekarang setiap kerja harus menyerahkan slik OJK dan kemarin pun saya mau daftar program kegiatan magang di tolak gara gara slik OJK jelek,” paparnya.
Menurut dia, sudah ada tiga kali upaya mediasi, namun tetap tidak ada titik temu.
“Sudah tiga kali tidak ada kesepahaman, sehingga saya lapor polisi,” ujarnya.
Sementara itu, Anjar Kepala Cabang dealer JG Motor Cianjur membantah, unit motor yang dipermasalahkan Manap merupakan dari dealer JG Motor Cianjur. Tetapi membenarkan mengenai sales yang disebut-sebut bekerja di dealer yang dipimpinnya.
“Unit motor tersebut bukan dari JG motor melainkan dari dealer lain, sangat disayangkan seharusnya tidak menyangkut pautkan dengan kami. Sebelumnya, memang ada sales yang dikenal oleh nasabah tersebut dari JG Motor,” kata Anjar.
Di sisi lain, Kanit Reskrim Polsek Cianjur Kota, Ipda Hendra membenarkan, atas pelaporan seorang mahasiswa terkait permasalahan unit motor yang berkaitan dengan dealer motor.
“Betul, hanya baru sebatas laporan pengaduan, kami masih melakukan penyelidikan,” kata Ipda Hendra. (bay)

































































