CIANJUR – Kepala Desa Wargasari Kecamatan Kadupandak Beni Juanda dinilai arogan. Dia terkesan ogah bekerja sama menangani penanganan pascabencana tanah longsor dan pergerakan tanah.
Di Desa Wargasari, bencana hidrometeorologi paling parah terjadi di
Kampung Cileungsir RT 01/RW 02. Terdapat 21 rumah atau 24 kepala keluarga di kampung itu yang terdampak tanah longsor dan pergerakan tanah.
Kodim 0608/Cianjur berinisiatif membuka dapur umum di lokasi itu. Namun, respon dari kepala desa terkesan kurang mengenakan.
Keberadaan dapur umum dianggap kepala desa hanya jadi beban pemerintah desa setempat.
“Kades seperti enggan mengurus bantuan logistik untuk kebutuhan warga. Dengan adanya dapur umum kepala desa kurang simpatik. Sehingga ada bahasa hanya menghabiskan air dan menambah beban pembayaran listrik,” tutur Kasi Intelijen Kodim 0608/Cianjur, Kapten Inf Uyat Ruhyat, Rabu, 11 Desember 2024.
Terkait bantuan logistik, kata Ruhyat, masyarakat meminta bantuan kepada jajaran TNI. “Saya langsung turun tangan mengoordinasikan masalah bantuan kebutuhan warga bekerja sama dengan Forkopimcam Kadupandak,” tegasnya.
Saat ini, kata Ruhyat, rencana relokasi juga ditangani langsung Kodim 0608/Cianjur.
“Untuk lahan relokasi saya turun langsung mengambil alih untuk mencarinya. Saat ini lahan sudah siap. Tinggal dari pihak pemerintah daerah untuk menyelesaikan lahan penggantinya kepada masyarakat,” pungkasnya.
Wartawan logikanews.co mencoba mengonfirmasi perihal tersebut. Dihubungi melalui telepon selulernya, Namun Kepala Desa Wargasari Beni Juanda tak membalas pesan singkat ataupun menjawab saat ditelepon. (bay)

































































