CIANJUR – Turnamen Petanque di Porkab VII Cianjur 2024 telah usai dan mengukuhkan Kecamatan Gekbrong sebagai jawaranya.
Olahraga asal Prancis itu rupanya menjadi salah satu Cabor yang baru pertama diikutkan ke kejuaraan yang kembali digelar sejak 12 tahun lalu dan baru juga hadir di Kabupaten Cianjur.
Ketua Cabang Olahraga (Cabor) Petanque Kabupaten Cianjur, Muhamad Syamsul Taufik sedikit mengulas sejarah dan keunikan dan tata cara permainannya.
Petanque ternyata menjadi olahraga yang baru masuk ke Indonesia pada tahun 2008 dan dimainkan warga Cianjur beberapa tahun lalu atau era merebaknya Covid 19.
Meski baru hadir di Cianjur, ternyata sudah mampu mengharumkan nama Kabupaten Cianjur.
“Olahraga ini berasal dari Prancis kemudian dikembangkan oleh saya tahun 2020. Di Porprov 2022 kami mendapatkan medali perunggu,” kata dia, Minggu (21/7/2024).
Mengenai cara bermainnya, Petanque menggunakan alat berupa bola besi (bosi) dan bola kayu (boka).
“Olahraga ini adalah permainan akurasi menggunakan alat pelempar bosi yang mengenai alat boka, nanti siapa yang mendapatkan bosi terdekat dengan boka itu yang mendapatkan poin sehingga ditentukan kemenangannya. Skornya dihitung dari 1 hingga 13,” ujarnya.
Ia pun menyatakan, berkomitmen untuk melakukan pembinaan terus menerus untuk persiapan berbagai kejuaraan.
“Alhamdulillah, kemarin ada Kejurda tingkat daerah melahirkan beberapa pemain.
Kali ini kita mengadakan Porkab dari KONI dan menghasilkan beberapa pemain, yang nantinya bisa di Porprov 2026,” paparnya. (bay)
Kelas Single Men : Gekbrong juara 1, juara 2 Cipanas, juara 3 Cianjur dan Pacet.
Kelas Double Open : Gekbrong 2 juara 1, Cijati 1 juara 2 dan Cilaku dan Cikalongkulon 2 juara 3.
Kelas Triple Open : Gekbrong 1 juara 1, Sukaresmi juara 2, Cipanas dan Cilaku juara 3.

































































