CIANJUR – Pengiriman sebanyak 32 unit sepeda motor ilegal ke Negara Afrika Selatan dan beberapa negara lainnya berhasil digagalkan anggota Polres Cianjur.
Polisi pun berhasil menangkap dua pelaku DF (36) dan ZM (32) yang sebut-sebut sebagai anggota sindikat internasional.
Kapolres Cianjur AKBP, Rohman Yongky Dilatha, mengatakan, pengungkapan kasus ilegal pengiriman motor ke Benua Afrika
berawal dari razia yang dilakukan Polres, di mana sebuah mobil pikap mengangkut beberapa sepeda motor.
Namun, sopir tersebut tidak bisa menunjukan surat yang jelas dari kendaraan tersebut. Kemudian anggota Polres Cianjur terus melakukan penyelidikan hingga didapati identitas pelaku.
“Selain sepeda motor yang tengah diangkut. Kami juga berhasil menemukan barang bukti sepeda motor lainnya dari gudang para pelaku DF (36) dan ZM (32). Dari hasil penyelidikan ternyata sepeda motor tersebut akan dikirim ke luar negeri, salah satunya Afrika,” kata dia, Senin (22/7/2024).
Dia menambahkan, para pelaku tersebut merupakan dari sindikat internasional yang terorganisir. Hal itu dibuktikan, dari penyediaan penggelapan sepeda motor dari kredit dari leasing yang terlihat rapi.
“Jadi modusnya pertama mengambil sepeda motor secara kredit, kemudian tidak dibayar angsurannya. Sepeda motor itupun dikumpulkan di satu lokasi sebelum akhirnya dikirim ke luar negeri jadi ini memang sindikat internasional yang sudah terorganisir,” paparnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Cianjur AKP Tono Listianto, mengatakan dari lokasi gudang para pelaku ditemukan sekitar 32 unit sepeda motor.
“Sepeda motor ini rata-rata baru. Bahkan ada yang masih belum digunakan sama-sekali. Masih terbungkus rapi,” kata dia.
AKP Tono menyebutkan, sepeda motor tersebut dikirim melalui pelabuhan menggunakan kapal laut ke negara tujuan.
“Dikirimnya dengan kapal, jadi melalui jalur laut dikirim ke Afrika dan beberapa negara lainnya,” tutur dia.
Mengenai keterlibatan pelaku lain, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih mendalam.
“Kita masih dalami otak pelakunya, dan apakah ada instansi lain yang terlibat. Masih kami kembangkan,” tutup dia. (bay)

































































