BANDUNG – Polda Jawa Barat menegaskan komitmen dalam melaksanakan proses rekrutmen Taruna Akademi Kepolisian (Akpol), Bintara, dan Tamtama Polri tahun 2026 secara bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Seluruh tahapan seleksi dilakukan secara terbuka dengan sistem penilaian yang dapat langsung dilihat peserta melalui layar monitor setelah pelaksanaan tes.
Hal ini dilakukan untuk menjamin objektivitas dan mencegah terjadinya praktik kecurangan dalam proses penerimaan anggota Polri.
Karo SDM Polda Jabar, Kombes Pol Fadly Samad, menyampaikan setiap peserta memiliki kesempatan yang sama. Hasil seleksi pum sepenuhnya ditentukan berdasarkan kemampuan masing-masing.
Peserta juga diberikan ruang untuk melakukan koreksi apabila terdapat ketidaksesuaian nilai saat tes berlangsung. Tahapan seleksi meliputi pendaftaran online, verifikasi administrasi, pemeriksaan kesehatan, tes psikologi berbasis CAT, tes akademik, tes jasmani, hingga pemeriksaan administrasi akhir.
“Seluruh proses diawasi secara ketat pengawas internal maupun eksternal untuk memastikan pelaksanaan berjalan jujur, profesional, dan sesuai prinsip meritokrasi,” kata Fadly, Kamis, 28 Mei 2026.
Melalui proses seleksi yang profesional dan transparan, Polda Jabar berharap dapat menghasilkan calon anggota Polri yang unggul, berintegritas, serta siap menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. (rls)





































































