CIANJUR – Penyakit tuberkulosis atau TBC disebut-sebut Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur rentan menulari warga yang tinggal di daerah dengan suhu udara dingin.
Diketahui penyakit paru-paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis itu memiliki gejala berupa batuk (kadang-kadang ada bercak darah), penurunan berat badan, berkeringat di malam hari dan demam.
Kepala Dinkes Cianjur Yusman Faisal mengatakan, TBC rentan menulari masyarakat dengan kondisi kebebalan tubuhnya yang rendah. Terutama kurangnya asupan gizi berupa protein.
Selain itu, bakteri Mycobacterium tuberculosis senang hinggap di wilayah dataran tinggi.
“Di daerah pantai kan konsumsi ikan, sehingga kasusnya jarang. Tetapi kalau di daerah pegunungan rentan tertular, karena kan kuman-kuman TBC ini senangnya di daerah yang dingin,” kata Yusman, Sabtu, (29/06/2024).
Yusman menambahkan, TBC merupakan penyakit yang berjangkit di suatu daerah atau pada suatu golongan masyarakat.
“Cianjur ini memang salah satu yang endemi dari dulu, sifatnya TBC ini kan menular, biasanya ke keluarganya dulu paling dekat,” pungkasnya. (bay)

































































