CIANJUR – Sekitar 46 ribu anak di Kabupaten Cianjur tidak bersekolah. Kondisi ekonomi keluarga jadi satu di antara berbagai penyebabnya.
Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, menyatakan permasalahan itu harus segera teratasi. Salah satunya terus mendorong usia produktif bersekolah di lembaga pendidikan formal.
“Kami mendorong anak-anak usia sekolah masuk ke sekolah formal,” kata Wahyu kepada wartawan seusai pemberian beasiswa di SMPN 1 Cipanas, Kamis, 3 September 2026.
Pemrintah daerah juga mendorong anak putus sekolah agar melanjutkan pendidikan di sekolah terdekat.
“Termasuk yang pernah menjalani pendidikan sebelumnya kemudian keluar dengan berbagai alasan, tentu kita akan terus berupaya agar bersekolah, terutama yang berada di wilayah terdekat di tempat tinggal mereka,” paparnya.
Sementara bagi warga yang berusia di atas produktif, mereja diimbau bersekolah ke Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang merupakan lembaga kesetaraanm
“Untuk warga yang sudah bukan usia wajib belajar, kami dorong masuk ke sekolah kesetaraan,” ujarnya
Pemkab Cianjur berkomitmen menggratiskan pendidikan di sekolah milik pemerintah. Langkah-langkah tersebut diyakini akan meningkatkan indeks pendidikan di Kabupaten Cianjur.
“Kami ingin mewujudkan percepatan indeks pendidikan,” pungkasnya. (bay)






























































