CIANJUR – SMAN 2 Cianjur menggelar Pameran dan Resital Seni 2025. Kegiatan yang digelar selama dua hari itu memamerkan lukisan, patung, dan lainnya yang merupakan karya para pelajar di sekolah tersebut.
Berdasarkan pantauan di lokasi, tiga ruang kelas disulap menjadi galeri seni layaknya museum. Penataan ruangan menarik minat para siswa dan guru berkunjung.
Guru Seni Rupa SMAN 2 Cianjur, Keii Rizcki, mengatakan pada event itu ditampilkan sebanyak 180 karya seni. Karyanya berupa lukisan 2 dimensi, lukisan 3 dimensi, patung, diorama, dan seni digital.
Proses pengerjaan seluruh karya dilakukan siswa kelas XII. Pengerjaannya membutuhkan waktu hampir 1,5 bulan.
“Proses pengerjaannya dimulai awal Januari sampai pertengahan Februari. Setiap karya seni ada yang dikerjakan secara kelompok ada juga yang dikerjakan satu orang,” kata Rizcki, Selasa, 25 Februari 2025.
Dari seluruh karya seni yang dipamerkan, Rizcki menilai, ada dua karya paling bagus dan mengedukasi. Di antaranya diorama miniatur lokasi terjadinya gempa di Cianjur.
Diorama itu mengambarkan titik lokasi gempa yang berada di Kecamatan Cugenang. Kemudian patung mamalia air Pesut Mahakam menggunakan botol-botol bekas.
Rizcki menambahkan, dari masing-masing karya seni itu, siswa ingin menyampaikan pesan-pesan edukasi kepada masyarakat.
“Untuk diorama pesannya sebagai pengingat terjadinya peristiwa gempa sehingga jadi gedukasi kepada siswa. Lalu pesut dari botol-botol bekas di gambarkan sebagai hewan yang menuju kepunahan akibat tumpukan sampah atau pencemaran di sungai,” ujar Rizcki yang merupakan penggagas kegiatan.
Patung Pesut Mahakam sepanjang 165 sentimeter dibuat secara kelompok oleh Diandra Marsharini Diah Kurnia kelas XII A, Aghiesnie Aulia Restu As-Sya’Banie kelas XII G, dan Tsanawiyatul Fithriyani XII siswi kelas G.
Diandra Marsharini mengatakan, proses pembuatan patung Pesut Mahakam cukup rumit dan menantang karena menggunakan medium dari barang bekas.
“Awalnya, pengumpulan botol bekas untuk kerangka awal, kemudian dilapisi kawat untuk memperkokoh. Lalu dikasih kasa, baru dikasih gypsum. Kemudian dicat dan bagian mulutnya menggunakan botol plastik,” pungkasnya. (bay)




























































